|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Presensi Kota Malang » PGSD UMM Gelar Pertemuan Nasional Wujudkan Kurikulum KBK-KKNI

PGSD UMM Gelar Pertemuan Nasional Wujudkan Kurikulum KBK-KKNI

Kamis, 17 Oktober 2013 10:31:49  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 229

UMM- Pengembangan kurikulum 2013 menjadi perbincangan menarik saat pertemuan nasional kalangan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) seluruh Indonesia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (4/10) hingga Minggu (6/10). Sebanyak 22 PGSD dan asosiasi dosen PGSD terlibat dalam acara yang digelar oleh PGSD FKIP UMM ini.

Menurut Ketua Panitia, Drs Nurwidodo, Mkes, perguruan tinggi terlebih Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) seperti PGSD dituntut untuk memiliki respon cepat dan tepat terhadap tuntutan dan perubahan masyarakat akademis dalam level nasional maupun internasional.

“Salah satu tuntutan yang harus segera direspon adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KBK-KKNI). Dalam hal ini PGSD UMM telah menjadi pioneering bagi terwujudnya KBK-KKNI di lingkungan PGSD se Indonesia,” terang Nurwidodo.

Menurutnya kegiatan ini mendapatkan perhatian serius dari Direktorat Pembelajaran dan Mahasiswa (Belmawa) serta Direktur Pusbang Prodik Kemendikbud RI. Bahkan Direktur Pusbang Prodik, DR Unifah Rasyidi di tengah kesibukannya menyempatkan diri hadir untuk menyemangati peserta lokakarya.

“Beliau memang memiliki kepentingan untuk menyinergikan LPTK dengan mindset kurikulum 2013 dan dampaknya bagi tenaga kependidikan yang diproduksi oleh LPTK,” tambahnya.

Mengingat bahwa belum ada PGSD se Indonesia yang telah menyempurnakan kurikulumnya dalam format dan dokumen KBK-KKNI, maka PGSD FKIP UMM berinisitif menggelar lokakarya ini untuk mewujudkan dan menuntaskan kurikulum 2013. Terlebih kurikulum 2013 sejak diberlakukannya pada secara resmi pada bulan Juli, belum ada satupun LPTK yang memberikan respon dalam bentuk reformulasi kurikulum.

“Perubahan yang sangat mendasar dari kurikulum 2013 dalam aspek mindset, struktur dan strategi implementasinya membutuhkan respon yang tepat pula bagi LPTK sebagai penghasil guru,” urainya.

Dekan FKIP UMM, Dr Poncojari Wahyono, MKes menuturkan urgensi lokakarya ini diarahkan pada penekanan agar guru tidak hanya sibuk dalam mentransfer ilmu semata-mata dengan melupakan transfer nilai. “Misalnya melalui transfer nilai kehidupan melalui penanaman sikap dan moral,” ucapnya..nia-KP

Baca "Presensi Kota Malang" Lainnya

Komentar Anda