|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Presensi Kota Malang » Sekolah Dilarang Pungut Biaya!

Sekolah Dilarang Pungut Biaya!

Rabu, 10 Juli 2013 10:49:08  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 288

MALANG- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Malang pun melarang sekolah di jenjang SD memungut biaya apapun saat daftar ulang, SMP, maupun SMA saat daftar ulang. Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dikbud Kota Malang, Suwarjana mengingatkan agar sekolah tidak terburu-buru menarik biaya, sebab momen daftar ulang bertepatan menjelang Ramadan.”Biarkan orang tua khusyuk ibadah dulu. Jangan dibebani dengan biaya sekolah,” pesannya.

Menurut Suwarjana biaya sekolah tersebut dalam penentuannya harus melibatkan orang tua siswa dan tidak boleh ditentukan hanya sepihak oleh pihak sekolah. Kapan waktunya, Suwarjana belum bisa memastikannya.

Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Fransiska Rahayu Budiwiartimenegaskan pihaknya akan terus mengawal pelaksanaan daftar ulang ini. “Momen PPDB ini bersamaan dengan hari raya dan kenaikan BBM sehingga jangan sampai tambah membebani orang tua siswa. Pelaksanaannya harus tetap mendapat pengawalan,” ucap Fransiska.

Kepala SMAN 3 Kota Malang, HM Sulthon M.Pd mengatakan sesuai kesepakatan bersama kepala SMA negeri bahwa kewajiban siswa baru saat daftar ulang hanya untuk pembayaran SPP dan seragam. Besaran SPP untuk SMA negeri dipatok Rp 150 ribu dan uang seragam Rp 725 ribu. ”Semua sama,” tegasnya.

Tahun ini menurutnya juga tidak ada lagi sekolah dengan status rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) yang biasanya mematok biaya lebih tinggi dari sekolah reguler lainnya. Tahun lalu misalnya seluruh SMA RSBI kompak dengan angka Rp 7,5 juta untuk biaya masuk RSBI jalur mandiri dan Rp 5 juta untuk RSBI jalur online. Sementara SPP RSBI Rp 250 ribu dan SPP SMA reguler Rp 150 ribu.

“Meski demikian partisipasi orang tua masih sangat dibutuhkan untuk mendukung program sekolah. Meski tidak berstatus RSBI, program unggulan di SMAN 3 tidak dihapus. Misalnya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan maupun studi lanjut, serta pembinaan olimpiade siswa,” ucap Sulthon.

Kalau jenjang SMA sudah berani mematok SPP dan seragam, tidak demikian dengan SMP. Menurut Kepala SMPN 3, Burhanuddin M.Pd, daftar ulang ini bertujuan untuk menjaring data siswa baru secara lengkap. “Uang seragam dan juga SPP belum diwajibkan membayar saat daftar ulang, jadi memang cuma memastikan bahwa pagu SMPN 3 sudah terisi,” ujar Burhanudin..nia-KP

Baca "Presensi Kota Malang" Lainnya

Komentar Anda