|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Presensi Kota Malang » Bagaimana Nasib Guru TIK?

Bagaimana Nasib Guru TIK?

Selasa, 29 Januari 2013 09:35:19  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 1267

MALANG - Berita kurang menyenangkan nam­pak­nya akan dirasakan oleh gu­ru pelajaran Teknologi In­formasi dan Komunikasi (TIK). Sebab dalam Kuri­ku­lum baru 2013, pela­ja­ran  TIK juga akan dihapus se­telah penghapusan pe­la­ja­ran bahasa Inggris dan peng­gabungan pelajaran IPA dan IPS.

Penghapusan mata pe­la­ja­ran TIK tersebut akan diberlakukan baik di jen­jang SD, SMP maupun SMA. Lalu bagaimana de­ngan nasib para pe­nga­jar­nya? Dinas Pendidikan dan Ke­budayaan (Dindik) Kota Ma­lang hingga saat ini ma­sih menunggu kebijakan da­ri pusat mengenai nasib pa­ra guru TIK di Kota Ma­lang.

“Yang menjadi per­ha­ti­an, terutama guru TIK yang sudah sertifikasi agar te­tap memenuhi jam me­nga­jarnya, jangan sampai mereka kehilangan hak un­tuk mendapatkan tun­ja­ngan sertifikasi,” terang Ka­si Fungsional Tenaga Ke­pen­didikan Dikbud Kota Malang, Jianto.

Diakuinya jumlah guru yang memiliki background TIK sangat minim, namun ada beberapa guru yang su­dah memiliki sertifikat pen­didik TIK. Jika mata pe­la­jaran TIK benar di­ha­pus­kan pada pelaksanaan ku­ri­kulum baru nanti, ten­tunya harus difikirkan re­gu­lasi terkait nasib para gu­runya.

Sementara itu Kepala SMPN 14, Budi Santoso me­nu­turkan TIK akan men­jadi kegiatan ekstra­ku­ri­kuler bagi siswa. Jadi mes­ki dihapus sebagai sa­lah satu mata pe­lajaran (ma­pel), siswa masih bi­sa men­dapatkan pembe­la­ja­ran tersebut dalam ke­gi­a­tan ekstra.

“Terkait nasib guru TIK yang akan kekurangan jam me­­ngajar, masih bisa dica­ri­kan solusinya. Sebab pa­da dasarnya TIK tidak be­nar-benar dihapus. Hanya di­jadikan kegiatan eks­tra­kurikuler wajib untuk sis­wa,” terang Budi. Me­nu­rut­nya TIK masih tetap di­bu­tuh­kan oleh siswa, terlebih TIK telah menjadi salah sa­tu unggulan di sekolahnya.

Sementara itu dalam pa­paran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Men­dik­bud) M Nuh di Malang be­be­rapa waktu lalu di­ung­kapkan desain kurikulum 2013 adalah desain mi­ni­ma­lis dari pemerintah. Se­ko­lah dipersilakan untuk me­ngembangkan sendiri se­suai kebutuhan masing-ma­sing dan yang paling pen­ting adalah tujuan yang ingin dicapai harus su­dah diru­mus­kan dari awal. .nia-KP

Baca "Presensi Kota Malang" Lainnya

Komentar Anda